Selamat berpuasa u ols!
Salam Ramadhan~...
OK, tadi ada sorang cikgu minta aii' 'google'kan tanda-tanda kiamat kecil and besar. So, aii' tolong 'google'kan and dapat banyak tanda-tanda besar dan kecil. Lepas tu nampak satu tanda ni... -Binatang besar yang keluar berhampiran Bukit Shafa di Mekah yang akan bercakap bahawa manusia tidak beriman lagi kepada Allah swt.
Binatang apa yer tu? Ok, namanya Dabbatul Ardhi. Jarang kita-kita ni citer and dengar pasal Dabbatul Ardhi. Slalu tu dengar Dajjal keluar ke...ya'jud ma'jud keluar kerr... So, aii' macam biasa 'google' apa dia binatang Dabbatul Ardhi ni...
Ciri-Ciri Binatang Bumi (Dabbatul Ardhi)
Ia adalah seekor binatang yang besar, berbulu panjang, berbulu roma
pendek dan halus dan mempunyai beberapa kaki. Bentuknya adalah besar,
akan tetapi kita tidak menemukan hadits-hadits yang shahih yang bisa
dijadikan sebagai sandaran yang menerangkan tentang sifat-sifat
besarnya, walaupun ada yang menerangkan sifat-sifat ini dengan
terperinci yang menunjukkan berapa besarnya, dimana apabila ia keluar
dari sebuah celah di bukit Shafa secepat lari kuda selama tiga hari maka
belum akan keluar sepertiga dari badannya dan lain-lain sebagainya dari
sifat-sifat yang menunjukkan berapa besarnya. Wallahu A’lam dengan
hadits-hadits yang menerangkan sifat-sifat seperti tersebut. Masalah
berapa besarnya adalah tidak terlalu penting bagi kita.
Cukup bagi kita untuk meyakini saja bahwa Binatang Bumi benar-benar akan
keluar di hari kiamat nanti berdasarkan firman dari Allah:
“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, kami akan
mengeluarkan seekor binatang melata dari bumi yang akan mengatakan
kepada mereka bahwa sesungguhnya manusia sudah tidak yakin kepada
ayat-ayat kami.”
(An Naml: 82)
Tujuan Dikeluarkannya Binatang Bumi (Dabbatul Ardhi) Oleh Allah
2. Memberikan tanda-tanda atau cap di tiap-tiap wajah manusia dimana tanda-tanda itu akan membuat wajah orang mukminin bercahaya dan akan menggelapkan wajah orang-orang kafir.
3. Bahkan orang-orang yang berada di masjid yang paling terjaga dan terhormat yaitu Masjidil Haram, ia tidak akan berhenti dari kejaran mereka, ia akan memekik (bersuara) antara maqam Ibrahim dengan Hajarul Aswad (Ka’bah) sambil menebarkan tanah dari kepalanya, kemudian ia menghadap ke timur dan mengeluarkan suara keras yang melampaui segala penjurunya, kemudian ia menghadap ke barat dan melakukan hal yang sama. Hal itu menyebabkan manusia terpisah darinya secara bersama-sama (cerai berai dan dengan berkelompok) sedangkan satu kelompok dari kaum Muslim akan tetap bersiteguh dan mereka telah mengetahui bahwa ia adalah binatang Allah sedangkan mereka tidak akan dapat mengalahkan Allah.
Binatang tersebut memberi tanda pada muka orang mukminin sehingga ia menjadi terang seperti bintang dan binatang tersebut akan berjalan di muka bumi yang tidak dapat dikejar oleh siapapun serta tidak seorangpun yang dapat melarikan diri darinya, bahkan apabila seorang laki-laki berselindung darinya dengan melakukan shalat, maka Dabbatul Ardhi akan datang dari belakangnya dengan berkata: “Hai fulan mengapa baru sekarang kamu shalat?” Lalu ia memberi tanda pada mukanya dan pergi.
Rasulullah bersabda:
“Binatang bumi itu akan keluar dengan membawa Tongkat Musa dan Cincin Sulaiman, maka ia akan mencap hidung orang kafir dengan tongkat dan akan membuat terang wajah orang Mu’min degan cincin, sehingga dengan demikian apabila telah berkumpul beberapa orang-orang yang makan di suatu meja hidangan, maka salah seorang dari mereka akan berkata: “Makanlah ini wahai orang Mu’min” dan “makanlah ini wahai orang kafir.” (aii' rasa maksudnya orang mukmin dan orang kafir boleh dibezakan bila mereka berkumpul untuk makan).
(Riwayat Abu Dawud Ath Thayalisi, Ahmad dan Ibn Majah, semua riwayat tersebut berasal dari Hammad bin Salamah dari Abi Hurairah)
‘Abdullah bin Amru bin ‘Ash berkata bahwasanya binatang ini adalah Al Jassasah yang pernah disebut dalam hadits Tamimuddary. (Lihat Syarah An Nawawi atas Shahih Muslim)
Persoalan yang sering diutarakan... Adakah Dabbat al-Ard ni wujud secara lahiriah atau ianya wujud hanya sebagai simbol?








0 oreng jer yang komen:
Post a Comment